Mimpi Kemerdekaan

September 12, 2007

I

Merdeka sudah bangsa ini
Mimpi akan semakin berarti
tinggal lah untuk di isi
oleh penerus generasi

Belumlah usai pekerjaan tsunami
Becana alam datang lagi
Peringatan ataukah cobaan semua ini
hanya dapat dijawab oleh hati

Tamak dan serakah sebagai bukti
Datangnya bencana lumpur lapindo ini
Hak rakyat tergadaikan kini
Atas nama kepentingan ekonomi

Pupus sudah keyakinan ini
Kemakmuran merata belum juga didapati
Rakyatpun tak juga terlindungi
Masihkah harapan di negeri ini

II

Merdeka sudah bangsa ini
Jangan pikirkan golongan lagi
Bangunlah segera ibu pertiwi
Kerja keras ditunggu kini

Kekayaan alam melimpah di negeri ini
Tapi hanya jiran yang menikmati
Sebab kita kurang sehat jasmani
Sebab kita kurang berpendidikan tinggi

Mimpi harus dibangun kembali
Tak harus menunggu demonstrasi
Tak juga perlu pakai revolusi
Cukup hukum di junjung tinggi

Kalau aturan hukum pun dimanipulasi
Oleh Bapak Ibu pemimpin negeri
Keadilan tak mungkin lagi diberi
Kemakmuranpun tak mungkin lagi didapati

Bubarkan saja negeri ini

III

Merdeka sudah bangsa ini
Mimpi tetap saja dimiliki
Harap terus saja dinanti
Datangnya keadilan dan kemakmuran negeri

Enam presiden sudah mengisi
Menjadi pemimpin negeri
Masihkan harus menunggu lagi
Entah sampai yang keberapa nanti

Kebijakan publik dijadikan komoditi
Undang-undang dan Peraturan Daerah dijadikan perisai diri
Aturan hukum dijadikan kemudi
Untuk kelompok, partai, golongan, anak, istri dan famili

Entah sudah berapa institusi
Untuk dan atas nama keadilan ini
Dari mulai pengadilan negeri sampai Mahkamah Kontitusi
Dari mulai jaksa sampai ke polisi

Optimisme katanya tetap harus diberi
Kepada seluruh institusi ini
Didepan mata sudah datang tugas menanti
Korban lapindo mengharap kini

IndraSufian
Batam, 17-08-2007

Mimpi Merah Putih

September 11, 2007

Apakah masih berarti
Semua warna ini
Sudah mau dua generasi
Masihkah dapat diyakini

Merah artinya berani
Kenapa masih ada kurang percaya diri
Putih artinya suci
Kenapa masih ada timbul iri

Sudah 62 tahun kini
Katanya tak muda lagi
Masihkah berbenah diri
Harus tunggu berapa tahun lagi

Padamu negeri
Kami berjanji
bukan nya
Kami manipulasi

Padamu negeri
Kami berbakti
bukan nya
Kami mencuri

Padamu negeri
Kami mengabdi
bukan nya
Kami korupsi

Bagimu negeri
Jiwa raga kami
bukan nya
Semua hutang-hutang kami

Ingatlah selalu tentang ini
Bapak Ibu pemimpin kami
Presiden, Wakil Presiden dan Menteri
Gubernur, Walikota dan Bupati

Yang terhormat wakil-wakil rakyat kami
Amanah tidak hanya untuk anak dan istri
Tak juga hanya untuk Partai dan famili
Bapak Ibu dipilih untuk kemakmuran negeri

Inilah suara kami
Tak lewat bicara hanya puisi
Tuk dapat saling mengingati
Tuk dapat saling menghormati

IndraSufian
Batam, 17-08-2007

Mimpi Diri Sendiri

August 7, 2007

Semangat adalah mimpi
Angan-angan bukan mimpi
Cita-cita sebangsa mimpi
Hidup bangkitkan mimpi

Bersyukur kita punya mimpi
Tanda kita hidup pada malam hari
Kalaupun jauh harus didatangi
Sampaikan do’a pada Illahi

Ayahanda adalah matahari
Ibunda adalah api
Dua-dua dapat menerangi
Dua-dua dapat melukai

Putra putri ibarat padi
Orang tua ibarat tangkai dan lidi
Dua-dua patut disayangi
Dua-dua patut dihormati

Jogja, 190707

Sinar ada karena matahari
Cahaya ada karena api
Amarah ada karena iri
Bahagia ada karena hati

Matahari nak bermimpi
Tuk dapat sekumtum melati
Tak hiraukan cahaya api
Anggap sinar lebih tinggi

Benar sudah melati yakini
Akan selalu melangkahkan kaki
Bilapun ada terbersit sedikit di hati
Hendak dikata apa semuanya nanti

Bulat sudah persiapan hati
Telah ditambat di dalam diri
Mulai dan usai tak tahu kini
Hidup masih panjang lagi

Mengharapkan waktu selalu pagi
Dikarenakan datang sang matahari
Sedih kecewa bercampur sari
Membayangkan ada malam hari

Akankah disauh kisah ini
Agar jauh simpan dalam bumi
Dalamnyapun tak dapat pasti
Diserahkan kembali pada Ilahi

Kan hilang asa putra dan putri
Sinar tak lagi penuh didapati
Bangkitkan amarah bersama api
Indah dunia tak kan lagi penuh dinikmati

Sebab….
Bersama kuntum melati
Kan kembali bersanding sang matahari

Jogja, 180707

Merpati Dalam Mimpi

August 7, 2007

Aku sapa mimpi
ada cahaya meniti
lelah ini hati
harap raya dinanti

Aku junjung mimpi
itulah yang berarti
tak puas diri
meksi harus dirinti

Aku tantang mimpi
layaknya tanding seperti
tak aral dihalangi
maut layak menanti

Aku buang mimpi
sayat luka dihati
hilang sudah kini
terbang bagai merpati

Jogja, 050707

Mimpi Siang Hari

August 7, 2007

Aku punya mimpi
dia tidaklah sepi
bukan sangat tinggi
dimulai awal hari

Aku kejar mimpi
lewatkan malam dini
hingga esok pagi
tahu siapa diri

Aku jadi takut mimpi
ingat tak lagi sendiri
tak tembus jua jati
tapi masih punya hati

Aku lupa mimpi
terpaku tegak berdiri
selalu ingat lagi
buat siapa ini

Aku kumpul mimpi
datang bersama istri
hilang asa berganti
berseri sang putri

Aku dapati mimpi
putri putri kini
ingat dengan Ilahi
akan kita kembali

Aku lihat mimpi
datang siang hari
keluarga dan diri
itu yang dinanti

Jogjakarta, 030707

Mimpi Diri Sendiri

August 7, 2007

Semangat adalah mimpi
Angan-angan bukan mimpi
Cita-cita sebangsa mimpi
Hidup bangkitkan mimpi

Bersyukur kita punya mimpi
Tanda kita hidup pada malam hari
Kalaupun jauh harus didatangi
Sampaikan do’a pada Illahi

Ayahanda adalah matahari
Ibunda adalah api
Dua-dua dapat menerangi
Dua-dua dapat melukai

Putra putri ibarat padi
Orang tua ibarat tangkai dan lidi
Dua-dua patut disayangi
Dua-dua patut dihormati

Jogja, 190707