<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>IndraSufian Blog</title>
	<atom:link href="http://indrasufian.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indrasufian.wordpress.com</link>
	<description>Berawal Diri Sendiri</description>
	<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 13:29:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Batu Golog</title>
		<link>http://indrasufian.wordpress.com/2008/06/30/batu-golog/</link>
		<comments>http://indrasufian.wordpress.com/2008/06/30/batu-golog/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 13:29:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IndraSufian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerita rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasufian.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain.
Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi.
Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain.</p>
<p>Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi.</p>
<p>Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja.</p>
<p>Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: &#8220;Ibu batu ini makin tinggi.&#8221; Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, &#8220;Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk.&#8221;</p>
<p>Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lembain tetap sibuk menumbuk dan menampi beras. Suara anak-anak itu makin lama makin sayup. Akhirnya suara itu sudah tidak terdengar lagi.</p>
<p>Batu Goloq itu makin lama makin tinggi. Hingga membawa kedua anak itu mencapai awan. Mereka menangis sejadi-jadinya. Baru saat itu Inaq Lembain tersadar, bahwa kedua anaknya sudah tidak ada. Mereka dibawa naik oleh Batu Goloq.</p>
<p>Inaq Lembain menangis tersedu-sedu. Ia kemudian berdoa agar dapat mengambil anaknya. Syahdan doa itu terjawab. Ia diberi kekuatan gaib. dengan sabuknya ia akan dapat memenggal Batu Goloq itu. Ajaib, dengan menebaskan sabuknya batu itu terpenggal menjadi tiga bagian. Bagian pertama jatuh di suatu tempat yang kemudian diberi nama Desa Gembong olrh karena menyebabkan tanah di sana bergetar. Bagian ke dua jatuh di tempat yang diberi nama Dasan Batu oleh karena ada orang yang menyaksikan jatuhnya penggalan batu ini. Dan potongan terakhir jatuh di suatu tempat yang menimbulkan suara gemuruh. Sehingga tempat itu diberi nama Montong Teker.</p>
<p>Sedangkan kedua anak itu tidak jatuh ke bumi. Mereka telah berubah menjadi dua ekor burung. Anak sulung berubah menjadi burung Kekuwo dan adiknya berubah menjadi burung Kelik. Oleh karena keduanya berasal dari manusia maka kedua burung itu tidak mampu mengerami telurnya.</p>
<p>(Cerita ini diadaptasi secara bebas dari I Nengah Kayun dan kawan-kawan, &#8220;Batu Goloq,&#8221; Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat, Jakarta: Departemen P dan K, 1981, hal. 21-25).</p>
<p>Sumber Referensi:<br />
http://www.seasite.niu.edu/indonesian/Budaya_FBangsa/Cerita_FRakyat/NTB_default.htm</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indrasufian.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indrasufian.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indrasufian.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indrasufian.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indrasufian.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indrasufian.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indrasufian.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indrasufian.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indrasufian.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indrasufian.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indrasufian.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indrasufian.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indrasufian.wordpress.com&blog=1476341&post=55&subd=indrasufian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasufian.wordpress.com/2008/06/30/batu-golog/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Si Pitung</title>
		<link>http://indrasufian.wordpress.com/2008/06/30/si-pitung/</link>
		<comments>http://indrasufian.wordpress.com/2008/06/30/si-pitung/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 13:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IndraSufian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[cerita rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasufian.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Si Pitung adalah seorang pemuda yang soleh dari Rawa Belong. Ia rajin belajar mengaji pada Haji Naipin. Selesai belajar mengaji ia pun dilatih silat. Setelah bertahun- tahun kemampuannya menguasai ilmu agama dan bela diri makin meningkat.
Pada waktu itu Belanda sedang menjajah Indonesia. Si Pitung merasa iba menyaksikan penderitaan yang dialami oleh rakyat kecil. Sementara itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Si Pitung adalah seorang pemuda yang soleh dari Rawa Belong. Ia rajin belajar mengaji pada Haji Naipin. Selesai belajar mengaji ia pun dilatih silat. Setelah bertahun- tahun kemampuannya menguasai ilmu agama dan bela diri makin meningkat.</p>
<p>Pada waktu itu Belanda sedang menjajah Indonesia. Si Pitung merasa iba menyaksikan penderitaan yang dialami oleh rakyat kecil. Sementara itu, kumpeni (sebutan untuk Belanda), sekelompok Tauke dan para Tuan tanah hidup bergelimang kemewahan. Rumah dan ladang mereka dijaga oleh para centeng yang galak.</p>
<p>Dengan dibantu oleh teman-temannya si Rais dan Jii, Si Pitung mulai merencanakan perampokan terhadap rumah Tauke dan Tuan tanah kaya. Hasil rampokannya dibagi-bagikan pada rakyat miskin. Di depan rumah keluarga yang kelaparan diletakkannya sepikul beras. Keluarga yang dibelit hutang rentenir diberikannya santunan. Dan anak yatim piatu dikiriminya bingkisan baju dan hadiah lainnya.</p>
<p>Kesuksesan si Pitung dan kawan-kawannya dikarenakan dua hal. Pertama, ia memiliki ilmu silat yang tinggi serta dikhabarkan tubuhnya kebal akan peluru. Kedua, orang-orang tidak mau menceritakan dimana si Pitung kini berada. Namun demikian orang kaya korban perampokan Si Pitung bersama kumpeni selalu berusaha membujuk orang-orang untuk membuka mulut.</p>
<p>Kumpeni juga menggunakan kekerasan untuk memaksa penduduk memberi keterangan. Pada suatu hari, kumpeni dan tuan-tuan tanah kaya berhasil mendapat informasi tentang keluarga si Pitung. Maka merekapun menyandera kedua orang tuanya dan si Haji Naipin. Dengan siksaan yang berat akhirnya mereka mendapatkan informasi tentang dimana Si Pitung berada dan rahasia kekebalan tubuhnya.</p>
<p>Berbekal semua informasi itu, polisi kumpeni pun menyergap Si Pitung. Tentu saja Si Pitung dan kawan-kawannya melawan. Namun malangnya, informasi tentang rahasia kekebalan tubuh Si Pitung sudah terbuka. Ia dilempari telur-telur busuk dan ditembak. Ia pun tewas seketika.Meskipun demikian untuk Jakarta, Si Pitung tetap dianggap sebagai pembela rakyat kecil.</p>
<p>(Diadaptasi secara bebas dari Rahmat Ali, &#8220;Si Pitung,&#8221; Cerita Rakyat Betawi 1, Jakarta: PT. Grasindo, 1993, hal. 1-7).</p>
<p>Sumber Referensi :<br />
http://www.seasite.niu.edu/indonesian/Budaya_Bangsa/Cerita_Rakyat/Jakarta_Default.htm</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indrasufian.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indrasufian.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indrasufian.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indrasufian.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indrasufian.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indrasufian.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indrasufian.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indrasufian.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indrasufian.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indrasufian.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indrasufian.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indrasufian.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indrasufian.wordpress.com&blog=1476341&post=54&subd=indrasufian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasufian.wordpress.com/2008/06/30/si-pitung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Simple Network Management Protocol (SNMP)</title>
		<link>http://indrasufian.wordpress.com/2008/05/01/simple-network-management-protocol-snmp/</link>
		<comments>http://indrasufian.wordpress.com/2008/05/01/simple-network-management-protocol-snmp/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 11:16:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IndraSufian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[seri menjati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasufian.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211; 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&#62;
 SNMP adalah sebuah protokol yang dirancang untuk memberikan kemampuan kepada pengguna untuk memantau dan mengatur jaringan komputernya secara sistematis dari jarak jauh atau dalam satu pusat kontrol saja. Pengolahan ini dijalankan dengan menggumpulkan data dan melakukan penetapan terhadap variabel-variabel dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&lt;!&#8211; 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:200%;text-decoration:none;" lang="fi-FI" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> <em>SNMP</em> adalah sebuah protokol yang dirancang untuk memberikan kemampuan kepada pengguna untuk memantau dan mengatur jaringan komputernya secara sistematis dari jarak jauh atau dalam satu pusat kontrol saja. Pengolahan ini dijalankan dengan menggumpulkan data dan melakukan penetapan terhadap variabel-variabel dalam elemen jaringan yang dikelola.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="fi-FI" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="fi-FI" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span style="text-decoration:underline;"><strong>Elemen-elemen SNMP</strong></span></span></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><strong>Manajer</strong></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span> adalah pelaksana dan manajemen jaringan. Pada kenyataannya manager 	ini merupakan komputer biasa yang ada pada jaringan yang 	mengoperaksikan perangkat lunak untuk manajemen jaringan. Manajer 	ini terdiri atas satu proses atau lebih yang berkomunikasi dengan 	agen-agennya dan dalam jaringan. Manajer akan mengumpulkan informasi 	dari agen dari jaringan yang diminta oleh administrator saja bukan 	semua informasi yang dimiliki agen.</span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><strong>MIB</strong></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span> atau </span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><strong>Manager 	Information Base</strong></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span>, 	dapat dikatakan sebagai struktur basis data variabel dari elemen 	jaringan yang dikelola. Struktrur ini bersifat hierarki dan memiliki 	aturan sedemikian rupa sehingga informasi setiap variabel dapat 	dikelola atau ditetapkan dengan mudah.</span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><strong>Agen</strong></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span> merupakan perangkat lunak yang dijalankan disetiap elemen jaringan 	yang dikelola. Setiap agen mempunyai basis data variabel yang 	bersifat lokal yang menerangkan keadaan    dan berkas aktivitasnya 	dan pengaruhnya terhadap operasi.</span></span></span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="fi-FI" align="justify">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indrasufian.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indrasufian.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indrasufian.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indrasufian.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indrasufian.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indrasufian.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indrasufian.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indrasufian.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indrasufian.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indrasufian.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indrasufian.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indrasufian.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indrasufian.wordpress.com&blog=1476341&post=53&subd=indrasufian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasufian.wordpress.com/2008/05/01/simple-network-management-protocol-snmp/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Jaringan Komputer</title>
		<link>http://indrasufian.wordpress.com/2008/05/01/manajemen-jaringan-komputer/</link>
		<comments>http://indrasufian.wordpress.com/2008/05/01/manajemen-jaringan-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 10:58:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IndraSufian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[seri menjati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasufian.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[&#60;!&#8211; 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&#62;
Manajemen jaringan adalah sebuah pekerjaan untuk memelihara seluruh sumber  jaringan dalam keadaan baik, karena saat ini  jaringan sangat kompleks, dinamik dan terdiri atas komponen yang tidak dapat diandalkan  100%, peralatan yang baik diperlukan untuk mengelola jaringan tersebut.
 Aktivitas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&lt;!&#8211; 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } 	&#8211;&gt;</p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:200%;text-decoration:none;" lang="fi-FI" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Manajemen jaringan adalah sebuah pekerjaan untuk memelihara seluruh sumber  jaringan dalam keadaan baik, karena saat ini  jaringan sangat kompleks, dinamik dan terdiri atas komponen yang tidak dapat diandalkan  100%, peralatan yang baik diperlukan untuk mengelola jaringan tersebut.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:200%;text-decoration:none;" lang="fi-FI" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"> Aktivitas yang dilakukan dalam pengelolaan administrasi jaringan sebagai berikut :</span></span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>Manajemen 	kesalahan (</span></span></span></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><span>Fault 	Management</span></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>), 	yang mengelola kesalahan jaringan dan memperbaikinya. </span></span></span></span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>Manajemen 	perlengkapan (</span></span></span></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><span>device 	management</span></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>), 	yang menangani berbagai macam peralatan jaringan. </span></span></span></span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>Manajemen 	Konfigurasi (</span></span></span></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><span>Configuration 	Management</span></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>), 	yaitu yang mengawasi perubahan yang terjadi pada jaringan. </span></span></span></span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>Manajemen 	Kinerja (</span></span></span></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><span>performance 	management</span></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>), 	yaitu memantau kerja jaringan. </span></span></span></span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>Manajemen 	Sejarah (</span></span></span></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><span>history 	management</span></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>), 	yaitu mencatat kegagalan dan keandalan peralatan.</span></span></span></span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><span>Accounting</span></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>, 	yaitu mencatat penggunaan </span></span></span></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><span>resources</span></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>. </span></span></span></span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>Keamanan 	(</span></span></span></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><span>security</span></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>), 	yang mencegah penggunaan </span></span></span></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><span>resources</span></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span> secara tidak sah. </span></span></span></span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:200%;text-decoration:none;" lang="fi-FI" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;">Jangkauan, 	yaitu menangani jaringan yang besar. </span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>Merawat 	dan meng-</span></span></span></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><span>upgrade 	software</span></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>.</span></span></span></span></span></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><em><span style="text-decoration:none;"><span>Remote 	access</span></span></em></span></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman,serif;"><span style="font-size:small;"><span><span style="font-style:normal;"><span style="text-decoration:none;"><span>, 	yaitu melaksanakan manajemen dari berbagai lokasi.</span></span></span></span></span></span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" lang="fi-FI" align="justify">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indrasufian.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indrasufian.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indrasufian.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indrasufian.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indrasufian.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indrasufian.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indrasufian.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indrasufian.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indrasufian.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indrasufian.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indrasufian.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indrasufian.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indrasufian.wordpress.com&blog=1476341&post=52&subd=indrasufian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasufian.wordpress.com/2008/05/01/manajemen-jaringan-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Google Adsense, SIO, ACM, Cobit, ISO dan IPv6</title>
		<link>http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/29/google-adsense-sio-acm-cobit-iso-dan-ipv6/</link>
		<comments>http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/29/google-adsense-sio-acm-cobit-iso-dan-ipv6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 03:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IndraSufian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/29/google-adsense-sio-acm-cobit-iso-dan-ipv6/</guid>
		<description><![CDATA[
Dalam kuliah hari sabtu 27 Oktober 2007, masing-masing kelompok diminta untuk mempresentasikan tugasnya. Ada 4 kelompok, Kelompok yang pertama maju mempresentasikan Google Adsense. Dalam presentasinya kelompok yang pertama memulai dari penjelasan Apa itu Google Adsense. Google Adsense adalah sebuah layanan iklan yang dimiliki oleh Google. Dimana pemilik situs dapat memperoleh penghasilan tambahan dari iklan-iklan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font size="4"><br />
Dalam kuliah hari sabtu 27 Oktober 2007, masing-masing kelompok diminta untuk mempresentasikan tugasnya. Ada 4 kelompok, Kelompok yang pertama maju mempresentasikan Google Adsense. Dalam presentasinya kelompok yang pertama memulai dari penjelasan Apa itu Google Adsense. Google Adsense adalah sebuah layanan iklan yang dimiliki oleh Google. Dimana pemilik situs dapat memperoleh penghasilan tambahan dari iklan-iklan yang dipasang. Iklan tersebut dapat berupa teks, gambar dan juga video, tetapi tetap dalam bentuk kontekstual, dimana setiap iklan yang dipasang relevan/sesuai dengan isi dari situsnya.</p>
<p>Bagaimana potensi penghasilannya? Sangat tidak terbatas, banyak pemilik-pemilik situs yang telah memasang iklannya memperoleh ribuan bahkan jutaan dolar. Di Indonesia juga bukan hal yang aneh kalau beberapa pemilik situs telah mendapatkan ribuan dolar.</p>
<p>Meskipun potensi penghasilannya sangat besar, tetapi bukan hal yang mudah untuk mendapatkannya. Hal ini terkait dengan budaya mental manusia Indonesia (walaupun belum terbukti secara ilmiah) yaitu 2 SMOS. SMOS yang pertama adalah Senang Melihat Orang Susah, sedangkan SMOS yang kedua adalah Susah Melihat Orang Senang.</p>
<p>Jadi kalau ada kawan kita yang memiliki situs kemudian ada iklan adsense nya, hampir dipastikan kita tidak akan mau mengklik iklan itu, karena kita akan berpikir &#8216;kok saya yang mengklik, dia yang mendapatkan uangnya&#8230;&#8221;.</p>
<p>Faktor kedua yang membuat perkara mendapatkan google adsense menjadi mudah adalah &#8216;trust&#8217;. Bisnis di Internet merupakan bisnis yang mengandalkan kepercayaan, karena antar pengguna belum tentu saling mengenal. Oleh karena itu pemilik situs mengandalkan 100% kepercayaan kepada google untuk berlaku fair, mengingat aturan-aturan main yang ditetapkan oleh google sangat banyak dan ketat.</p>
<p>Sebagai contoh, salah satu aturan main adalah pemilik situs di larang mengklik sendiri iklan adsense yang ada di situsnya. Sebagai sangsinya adalah pemutusan sepihak oleh google seandainya terbukti melanggar. Karena kerjasama bisnis ini 100% persen kepercayaan, maka dapat saja pihak google tidak tepat menilai sumber klik tersebut. Kenyataannya klik tersebut bukan dari pemilik tetapi karena dinilai oleh google berasal dari wilayah pemilik situs maka dianggap klik tersebut ilegal sehingga situs tersebut kemudian diputuskan secara sepihak oleh google.</p>
<p>Masih terkait dengan presentasi kelompok yang pertama, presentasi kelompok kedua adalah SIO (Search Information Optimalisation), yaitu teknik-teknik mengoptimalkan Informasi melalui search engine seperti google, yahoo, altavista, catcha dan lain-lain.</p>
<p>Salah satu teknik yang disampaikan adalah teknik meninggalkan alamat situs kita pada situs-situs yang kita kunjungi. Kelihatannya hal yang mudah, tetapi berdampak cukup luas. Sebagai contoh, jika kita mengunjungi situs-situs menarik yang banyak dikunjungi oleh orang, kemudian dalam situs tersebut tersedia buku tamu atau forum maka segeralah mengisi buku tamu atau forum tersebut, kemudian tinggalkan alamat situs kita pada buku tamu atau forum yang kita isi. Secara tidak langsung kita akan meninggalkan sesuatu yang kelak berguna jika orang membaca atau terdeteksi oleh search engine.</p>
<p>Teknik lain yang disampaikan adalah dengan meningkatkan kemampuan kita, teknik ini dipakai jika kita seorang profesional di bidangnya yang berkeinginan untuk mempromosikan skill atau kemampuan kita melalui situs. Dengan meningkatnya kemampuan kita secara tidak langsung kita akan menjadi semakin di kenal orang, pada saat berkenalan atau pada saat mengisi seminar juga pelatihan, kita dapat menyampaikan alamat situs kita kepada peserta.</p>
<p>Presentasi selanjutnya adalah tentang ACM, Cobit dan ISO. ACM, Cobit dan ISO yang dipresentasikan yang menyangkut standarisasi dalam penilaian terhadap produk atau implementasi dari sebuah sistem informasi. Tujuan dari ACM, Cobit dan ISO secara umum sama yaitu menilai apakah suatu sistem informasi yang diimplementasikan pada satu tempat berhasil atau tidak. Perbedaan ketiganya pada sudut pandang dan item-item/komponen-komponen yang di nilai.</p>
<p>Sebagai contoh, komponen yang dimiliki oleh COBIT dalam menilai implementasi sistem informasi ada 5 yaitu Perencanaa dan Organisasi, Acquatition dan impementation, Delivery dan Support, Monitoring dan Information.</p>
<p>Presentasi yang terakhir adalah IPv6 yaitu IP Versi 6. Dalam presentasinya, kelompok yang terakhir memberikan gambaran secara grafik negara-negara yang sudah memanfaatkan IPv6 yang sebagian besar di dominasi oleh negara Eropa, sedangkan penggunaan dan pemanfaatan IPv6 di Indonesia masih sangat kecil sehingga belum dapat di gambarkan dalam grafik tersebut.</p>
<p>Hal ini disebabkan biaya untuk pemasangan alat penterjemah yang berbentuk router untuk menghubungkan pengguna IPv6 dengan IPv4 sehingga dapat saling berkomunikasi masih cukup mahal untuk ukuran masyarakat Indonesia.</p>
<p>Kelompok ini juga menekankan pentinggnya penggunaan dan pemanfaatan IPv6 disamping memang untuk mengantisipasi terbatasnya ketersediaan IP Publik juga untuk memudahkan mengidentifikasi lokasi sebuah IP sehingga memperkecil kesempatan/peluang untuk melakukan kejahatan melalui dunia maya/internet.</p>
<p>Sebagai penutup, kelompok yang terakhir juga mempresentasikan peralatan-peratan mobile computing yang kelak dapat diberikan IP Pubik seandainya IPv6 diimplementasikan.</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indrasufian.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indrasufian.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indrasufian.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indrasufian.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indrasufian.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indrasufian.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indrasufian.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indrasufian.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indrasufian.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indrasufian.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indrasufian.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indrasufian.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indrasufian.wordpress.com&blog=1476341&post=50&subd=indrasufian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/29/google-adsense-sio-acm-cobit-iso-dan-ipv6/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik Site Survey dan Mengatasi Interferensi</title>
		<link>http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/29/teknik-site-survey-dan-mengatasi-interferensi-2/</link>
		<comments>http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/29/teknik-site-survey-dan-mengatasi-interferensi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 03:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IndraSufian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[seri menjati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/29/teknik-site-survey-dan-mengatasi-interferensi-2/</guid>
		<description><![CDATA[
Site Survey adalah teknik mengsurvei kondisi sebuah tempat untuk menyiapkan sebuah site untuk instalasi peralatan radio. Salah satu dokumentasi yang baik tentang prosedur site survey dapat dilihat dari Waverider Site Survey Guide, Waverider Document No. 9902/VAR002 tertanggal 29 Desember 1998. Waverider http://www.waverider.com adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Toronto Canada.
Peralatan untuk Melakukan Site Survey
Daftar peralatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font size="4"><br />
Site Survey adalah teknik mengsurvei kondisi sebuah tempat untuk menyiapkan sebuah site untuk instalasi peralatan radio. Salah satu dokumentasi yang baik tentang prosedur site survey dapat dilihat dari Waverider Site Survey Guide, Waverider Document No. 9902/VAR002 tertanggal 29 Desember 1998. Waverider http://www.waverider.com adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Toronto Canada.</p>
<p>Peralatan untuk Melakukan Site Survey</p>
<p>Daftar peralatan yang perlu dibawa untuk Site Survey adalah :</p>
<p>1. Spectrum Analyzer (3GHz), jika ada. Spectrum Analyzer adalah sebuah peralatan yang paling membantu seorang surveyor untuk melihat kondisi lapangan. Sayangnya, sebuah spectrum analyzer yang baik harganya sangat mahal dan kemungkinan tidak akan terjangkau bagi kita yang berada di negara berkembang. Untuk solusi yang terjangkau, mungkin menggunakan card Teletronics dengan software-nya yang cukup baik digunakan sebagai spectrum analyzer di frekuensi 2.4GHz. Harga card sekitar US$100 dengan sebuah pigtail yang disambungkan ke antena eksternal. Banyak wireless ISP komersial menggunakan ini untuk alat site survey mereka.</p>
<p>2. Laptop dengan PCMCI WLAN card adalah solusi paling murah yang mungkin paling terjangkau untuk negara berkembang. Beberapa tool untuk melakukan survey di PC telah tersedia di internet.</p>
<p>3. Beberapa WLAN Access Point mempunyai kemampuan melakukan site survey jika diset pada mode client. Mode ini sangat bermanfaat dalam mengarahkan antena, dll.</p>
<p>4. Sekumpulan antena eksternal, omnidirectional antena dan directional antena termasuk pigtail dan berbagai konektor.</p>
<p>5. Senter yang kuat, Strobe Light, Flashflight, Cermin, Kekeran/teropong atau Telescope. Sangat baik mengevaluasi kondsi Optical Line Of Sight antar dua titik.</p>
<p>6. Meteran, minimum 10m.</p>
<p>7. Peta topography skala 1:50,000 atau yang lebih baik lagi. Mungkin kita akan memperoleh kesulitan memperoleh peta topography yang akurat dan up-to-date. Untuk sambungan-sambungan jarak pendek s/d 5-8 km kadang kala kita tidak memerlukan peta topography tersebut.</p>
<p>8. Hand-held GPS atau kompas. GPS adalah alat yang paling berharga pada saat melalukan site survey. Perlu di sadari, GPS memerlukan kondisi cuaca cerah, tidak ada halangan di atas kita dan waktu lama untuk memperoleh ketelitian yang maksimum.</p>
<p>9. Altimeter atau pengukur ketinggian. Hal ini kadang-kadang tidak diperlukan jika kita menggunakan GPS yang baik, seperti GARMIN eTrex Vista.</p>
<p>10. Safety hat.</p>
<p>11. Tangga.</p>
<p>Beberapa Pertanyaan pada Saat Site Survey</p>
<p>1. Koordinat geografis dari tempat antena?<br />
GPS sangat bermanfaat untuk menentukan koordinat site termasuk menentukan jarak antar kedua tempat. Akan tetapi untuk jarak yang sangat pendek, biasanya dapat di estimasi tanpa menggunakan GPS.</p>
<p>2. Apakah antar antena sudah Line Of Sight?<br />
Kita harus dapat memastikan bahwa tidak ada penghalang, termasuk tanah, di daerah Fresnel Zone yang pertama.</p>
<p>3. Berapa elevasi lokasi dari atas permukaan laut dan permukaan tanah?</p>
<p>4. Aapakah ada objek, terutama objek metal, di sekitar antena?</p>
<p>5. Apakah support mekanik untuk antena akan mencukupi?<br />
Kita akan menghadapi tantangan fisik, seperti angin atau hujan yang sangat kuat.</p>
<p>6. Berapa panjang kabel UTP harus dijalankan?<br />
Panjang kabel UTP maksimum sekitar 150 meter. Hal ini dibutuhkan karena kita perlu memasang Access Point di atas tower supaya hanya membutuhkan pigtail pendek satu meter saja ke antena.</p>
<p>7. Bagaimana ke stabilan power supply? Apakah kita membutuhkan Uniterruptable Power Supply (UPS)?</p>
<p>8. Apakah lokasi mudah di akses? Apakah dapat diakses 24 jam? Siapa yang memegang kunci?</p>
<p>9. Apakah system grounding yang ada mencukupi? Perlukan kita menambahkan ground?</p>
<p>HAND HELD GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)</p>
<p>Tool yang paling menolong pada saat site survey adalah sebuah hand held Global Positioning System (GPS). Secara umum tampilan beberapa GPS adalah sebagai berikut : Halaman pertama yang akan kita lihat di GPS adalah satelit GPS yang terlihat di angkasa, termasuk kekuatan signalnya. Biasanya minimal kita membutuhkan tiga buah satelit GPS yang harus terlihat untuk menentukan posisi. Jika kita dapat melihat cukup banyak satelit, peralatan GPS dapat menentukan posisi dan ketinggian kita. Untuk memperoleh informasi ketinggian yang lebih akurat, sangat disarankan menggunakan peralatan GPS yang mempunyai altimeter di dalamnya.</p>
<p>Pada halaman selanjutnya pada GPS, kita masuk ke Map View. Pada halaman ini, kita dapat melihat peta dua dimensi. Map View dirancang untuk melakukan navigasi, tidak ada informasi elevasi dan topologi di dalamnya. Paling tidak kita dapat mengira-ngira arah lokasi peta yang ada.</p>
<p>SOFTWARE SITE SURVEY DI PC</p>
<p>Walaupun tidak memiliki Spectrum Analyzer bagi kita di negara berkembang bukanlah sebuah penghambat. Kita biasa menggunakan laptop dengan WLAN Card untuk fungsi site survey.</p>
<p>Salah satu software favorit untuk melakukan site survey di PC adalah NetStumbler. Software ini dapat diambil secara gratis di http://www.netstumbler.com</p>
<p>Site NetStumbler http://www.netstumbler.com juga menghosting hasil scanning rekan-rekan di seluruh dunia tentang hotspot yang gratisan di sekitar mereka. Dengan cara itu kita jadi bisa akses internet gratis di mana-mana.</p>
<p>NetStumbler akan melaporkan :<br />
1. MAC Address Access Point dan frekuensi operasinya<br />
2. Catat tipe peralatan yang digunakan di Access Point<br />
3. Catat channel yang digunakan di Access Point<br />
4. Catat ESSID Access Point, jika di broadcast<br />
5. Catat nama Access Point, jika di broadcast<br />
6. Catat kekuatan sinyal yang diterima dari Access Point, berikan tanda dengan warna hijau jika baik, dan kuning jika kurang baik.<br />
7. Catat tingkat/level noise.<br />
8. Catat perbandingan sinyal terhadap noise. Kita berusaha agar memperoleh perbandingan semaksima mungkin.</p>
<p>Dengan menekan MAC Address dari Access Point tertentu, kita dapat melihat hasil rekaman tingkat sinyal Access Point yang diterima oleh card. Kita dapat menyimpan sejarah sinyal untuk periode tertentu. Teknik pengukuran ini sangat bermanfaat pada saat :<br />
1. Mengarahkan antena<br />
2. Cek apakah ada masalah dengan konektor yang kita gunakan<br />
3. Tingkat noise yang tinggi menandakan adanya sumber interferensi dekat kita.</p>
<p>Pada saat survei, umumnya kita akan menggunakan antena omni atau antena directional. Kita perlu mengarahkan antena tersebut ke beberapa arah, men-scan channel yang ada, baik untuk polarisasi vertikal maupun horizontal. Semua harus dilakukan untuk melihat kemungkinan terjadinya interferensi di jaringan komunikasi kita.</p>
<p>Kesulitasn utama yang biasanya akan kita hadapi dengan ketiadaan spectrum analyzer adalah ketidak mampuan melihat apa yang akan terjadi pada frekuensi. Card WLAN yang kita miliki biasanya hanya dapat memonitor mereka yang memancar dengan protocol IEEE 802.11. Kita hanya dapat mengestimasi keadaan melalui besarnya noise yang diterima oleh card.</p>
<p>Bagi mereka yang ingin membeli software komersial untuk keperluan site survey, cukup banyak di internet. Salah satunya adalah WNC yang dapat diambil dari http://www.cirond.com/winc.php.</p>
<p>TEKNIK MENGATASI INTERFERENSI</p>
<p>Pada operasional infrastruktur WIFI di outdoor, salah satu tantangan yang cepat atau lambat tapi pasti akan kita hadapi bersama adalah berkurangnya throughput, karena tingginya interferensi dan noise.</p>
<p>Sinyal yang kuat tidak cukup menjamin reliabilitas pada sebuah penerima wireless broadband. Sinyal level harus secara konsisten jauh lebih besar dari pada noise yang diterima di penerima. Dengan kata lain, perbandingan antara sinyal kepada noise, Signal To Noise Ratio (SNR) harus setinggi mungkin. Untuk memperoleh SNR yang tinggi, ada dua kondisi yang harus penuhi sekaligus, yaitu :</p>
<p>1. Sinyal yang diterima oleh pesawat penerima harus lebih tinggi dari sensifitas penerima.</p>
<p>2. Level noise di input penerima harus lebih rendah dari sinyal yang masuk. Noise didefinisikan sebagai &#8220;segala sesuatu yang bukan sinyal yang kita inginkan&#8221;.</p>
<p>Gagal memenuhi kedua kondisi tersebut akan menyebabkan SNR yang rendah.</p>
<p>MEMAKSIMALKAN LEVEL SINYAL YANG DITERIMA</p>
<p>Kita sebetulnya mempunyai kemampuan mengontrol secara langsung proses untuk memaksimalkan sinyal yang diterima. Beberapa prosedur standar yang biasa digunakan adalah :</p>
<p>1. Link Budget - daya pancar yang cukup, sensifitas penerima, fade margin, dan penguatan antena yang cukup untuk mengatasi loss di kabel coax dan free space.</p>
<p>2. Line Of Sight (LOS) - jalur LOS harus tanpa hambatan/penghalang dari ujung ke ujung.</p>
<p>3. Fresnel Zone - harus cukup daerah yang bebas tidak ada halangan.</p>
<p>4. Installation - yakinkan antena dipasang dengan aman dan benar, arah yang benar, konektor yang diisolasi tahan air, menggunakan konektor dan coax yang baik.</p>
<p>MEMINIMALISASI INTERFERENSI DAN NOISE</p>
<p>Kita biasanya tidak punya kemampuan mengatur/mengontrol sumber noise atau interferensi. Beberapa sumber noise adalah :<br />
1. Natural noise - noise dari atmosfir dan galaksi.</p>
<p>2. Manmade noise - sinyal RF yang diambil dari antena. Termasuk microwave oven, telepon cordless dan indoor WIFI serta beberapa peralatan medical/kedokteran.</p>
<p>3. Receiver noise - noise yang dihasilkan oleh rangkaian internal penerima.</p>
<p>4. Interferensi dari jaringan lain - interferensi yang disebabkan oleh jaringan wireless lain yang bekerja pada band yang sama.</p>
<p>5. Interferensi dari jaringan kita sendiri - terjadi jika kita menggunakan frekuensi yang sama lebih dari satu kali, menggunakan channel yang tidak mempunyai cukup jarak/spasi antar channelnya, atau menggunakan urusan frekuensi hopping yang tidak benar.</p>
<p>6. Interferensi dari sinyal out-of-band - disebabkan oleh sinyal yang kuat di luar frekuensi band yang kita gunakan, misalnya, pemancar AM, FM atau TV, pager dan radio CB.</p>
<p>STRATEGI MENGALAHKAN INTERFERENSI</p>
<p>Beberapa strategi yang biasa digunakan untuk mengalahkan interferensi adalah :</p>
<p>1. Gunakan antena sektoral atau antena pengarah/narrow beam dengan penguatan tinggi. Biasanya sangat effektif mengurangi interferensi, terutama di daerah yang spectrum-nya sangat padat sekali.</p>
<p>2. Gunakan jalur-jalur yang pendek, jangan berusaha membangun sambungan jarak jauh.</p>
<p>3. Pilih frekuensi yang tidak banyak digunakan oleh stasiun lain.</p>
<p>4. Ubah/ganti polarisasi antena.</p>
<p>5. Atur azimuth antena.</p>
<p>6. Ubah lokasi peralatan / antena.</p>
<p>Jangan pernah menggunakan amplifier untuk melawan interferensi. Anda hanya akan mengobarkan rasa dengki di antara pengguna wireless lain, jika anda menggunakan amplifier.</p>
<p>Sumber Referensi :<br />
1. <font>Onno W. Purbo</font>, <font>Buku Pegangan Internet Wireless dan Hotspot</font>, <font>Elex Media Komputindo</font>,<font> 2006</font>.<br />
2. <font>Jasakom e-learning</font>, <font>Wireless Kung Fu: Networking dan Hacking</font>, <font>Jasakom</font>, <font>2007</font>.<br />
3. <font>William Stallings</font>, <font>Komunikasi Data da Komputer: Dasar-dasar Komunikasi Data</font>, <font>Prentice Hall</font>, <font>2000</font>.<br />
</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indrasufian.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indrasufian.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indrasufian.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indrasufian.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indrasufian.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indrasufian.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indrasufian.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indrasufian.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indrasufian.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indrasufian.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indrasufian.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indrasufian.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indrasufian.wordpress.com&blog=1476341&post=49&subd=indrasufian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/29/teknik-site-survey-dan-mengatasi-interferensi-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik Site Survey dan Mengatasi Interferensi</title>
		<link>http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/10/teknik-site-survey-dan-mengatasi-interferensi/</link>
		<comments>http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/10/teknik-site-survey-dan-mengatasi-interferensi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 05:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IndraSufian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[seri menjati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/10/teknik-site-survey-dan-mengatasi-interferensi/</guid>
		<description><![CDATA[Site Survey adalah teknik mengsurvei kondisi sebuah tempat untuk menyiapkan sebuah site untuk instalasi peralatan radio. Salah satu dokumentasi yang baik tentang prosedur site survey dapat dilihat dari Waverider Site Survey Guide, Waverider Document No. 9902/VAR002 tertanggal 29 Desember 1998. Waverider http://www.waverider.com adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Toronto Canada.
Peralatan untuk Melakukan Site Survey
Daftar peralatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Site Survey adalah teknik mengsurvei kondisi sebuah tempat untuk menyiapkan sebuah site untuk instalasi peralatan radio. Salah satu dokumentasi yang baik tentang prosedur site survey dapat dilihat dari Waverider Site Survey Guide, Waverider Document No. 9902/VAR002 tertanggal 29 Desember 1998. Waverider http://www.waverider.com adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Toronto Canada.</p>
<p>Peralatan untuk Melakukan Site Survey</p>
<p>Daftar peralatan yang perlu dibawa untuk Site Survey adalah :</p>
<p>1. Spectrum Analyzer (3GHz), jika ada. Spectrum Analyzer adalah sebuah peralatan yang paling membantu seorang surveyor untuk melihat kondisi lapangan. Sayangnya, sebuah spectrum analyzer yang baik harganya sangat mahal dan kemungkinan tidak akan terjangkau bagi kita yang berada di negara berkembang. Untuk solusi yang terjangkau, mungkin menggunakan card Teletronics dengan software-nya yang cukup baik digunakan sebagai spectrum analyzer di frekuensi 2.4GHz. Harga card sekitar US$100 dengan sebuah pigtail yang disambungkan ke antena eksternal. Banyak wireless ISP komersial menggunakan ini untuk alat site survey mereka.</p>
<p>2. Laptop dengan PCMCI WLAN card adalah solusi paling murah yang mungkin paling terjangkau untuk negara berkembang. Beberapa tool untuk melakukan survey di PC telah tersedia di internet.</p>
<p>3. Beberapa WLAN Access Point mempunyai kemampuan melakukan site survey jika diset pada mode client. Mode ini sangat bermanfaat dalam mengarahkan antena, dll.</p>
<p>4. Sekumpulan antena eksternal, omnidirectional antena dan directional antena termasuk pigtail dan berbagai konektor.</p>
<p>5. Senter yang kuat, Strobe Light, Flashflight, Cermin, Kekeran/teropong atau Telescope. Sangat baik mengevaluasi kondsi Optical Line Of Sight antar dua titik.</p>
<p>6. Meteran, minimum 10m.</p>
<p>7. Peta topography skala 1:50,000 atau yang lebih baik lagi. Mungkin kita akan memperoleh kesulitan memperoleh peta topography yang akurat dan up-to-date. Untuk sambungan-sambungan jarak pendek s/d 5-8 km kadang kala kita tidak memerlukan peta topography tersebut.</p>
<p>8. Hand-held GPS atau kompas. GPS adalah alat yang paling berharga pada saat melalukan site survey. Perlu di sadari, GPS memerlukan kondisi cuaca cerah, tidak ada halangan di atas kita dan waktu lama untuk memperoleh ketelitian yang maksimum.</p>
<p>9. Altimeter atau pengukur ketinggian. Hal ini kadang-kadang tidak diperlukan jika kita menggunakan GPS yang baik, seperti GARMIN eTrex Vista.</p>
<p>10. Safety hat.</p>
<p>11. Tangga.</p>
<p>Beberapa Pertanyaan pada Saat Site Survey</p>
<p>1. Koordinat geografis dari tempat antena?<br />
GPS sangat bermanfaat untuk menentukan koordinat site termasuk menentukan jarak antar kedua tempat. Akan tetapi untuk jarak yang sangat pendek, biasanya dapat di estimasi tanpa menggunakan GPS.</p>
<p>2. Apakah antar antena sudah Line Of Sight?<br />
Kita harus dapat memastikan bahwa tidak ada penghalang, termasuk tanah, di daerah Fresnel Zone yang pertama.</p>
<p>3. Berapa elevasi lokasi dari atas permukaan laut dan permukaan tanah?</p>
<p>4. Aapakah ada objek, terutama objek metal, di sekitar antena?</p>
<p>5. Apakah support mekanik untuk antena akan mencukupi?<br />
Kita akan menghadapi tantangan fisik, seperti angin atau hujan yang sangat kuat.</p>
<p>6. Berapa panjang kabel UTP harus dijalankan?<br />
Panjang kabel UTP maksimum sekitar 150 meter. Hal ini dibutuhkan karena kita perlu memasang Access Point di atas tower supaya hanya membutuhkan pigtail pendek satu meter saja ke antena.</p>
<p>7. Bagaimana ke stabilan power supply? Apakah kita membutuhkan Uniterruptable Power Supply (UPS)?</p>
<p>8. Apakah lokasi mudah di akses? Apakah dapat diakses 24 jam? Siapa yang memegang kunci?</p>
<p>9. Apakah system grounding yang ada mencukupi? Perlukan kita menambahkan ground?</p>
<p>HAND HELD GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)</p>
<p>Tool yang paling menolong pada saat site survey adalah sebuah hand held Global Positioning System (GPS). Secara umum tampilan beberapa GPS adalah sebagai berikut : Halaman pertama yang akan kita lihat di GPS adalah satelit GPS yang terlihat di angkasa, termasuk kekuatan signalnya. Biasanya minimal kita membutuhkan tiga buah satelit GPS yang harus terlihat untuk menentukan posisi. Jika kita dapat melihat cukup banyak satelit, peralatan GPS dapat menentukan posisi dan ketinggian kita. Untuk memperoleh informasi ketinggian yang lebih akurat, sangat disarankan menggunakan peralatan GPS yang mempunyai altimeter di dalamnya.</p>
<p>Pada halaman selanjutnya pada GPS, kita masuk ke Map View. Pada halaman ini, kita dapat melihat peta dua dimensi. Map View dirancang untuk melakukan navigasi, tidak ada informasi elevasi dan topologi di dalamnya. Paling tidak kita dapat mengira-ngira arah lokasi peta yang ada.</p>
<p>SOFTWARE SITE SURVEY DI PC</p>
<p>Walaupun tidak memiliki Spectrum Analyzer bagi kita di negara berkembang bukanlah sebuah penghambat. Kita biasa menggunakan laptop dengan WLAN Card untuk fungsi site survey.</p>
<p>Salah satu software favorit untuk melakukan site survey di PC adalah NetStumbler. Software ini dapat diambil secara gratis di http://www.netstumbler.com</p>
<p>Site NetStumbler http://www.netstumbler.com juga menghosting hasil scanning rekan-rekan di seluruh dunia tentang hotspot yang gratisan di sekitar mereka. Dengan cara itu kita jadi bisa akses internet gratis di mana-mana.</p>
<p>NetStumbler akan melaporkan :<br />
1. MAC Address Access Point dan frekuensi operasinya<br />
2. Catat tipe peralatan yang digunakan di Access Point<br />
3. Catat channel yang digunakan di Access Point<br />
4. Catat ESSID Access Point, jika di broadcast<br />
5. Catat nama Access Point, jika di broadcast<br />
6. Catat kekuatan sinyal yang diterima dari Access Point, berikan tanda dengan warna hijau jika baik, dan kuning jika kurang baik.<br />
7. Catat tingkat/level noise.<br />
8. Catat perbandingan sinyal terhadap noise. Kita berusaha agar memperoleh perbandingan semaksima mungkin.</p>
<p>Dengan menekan MAC Address dari Access Point tertentu, kita dapat melihat hasil rekaman tingkat sinyal Access Point yang diterima oleh card. Kita dapat menyimpan sejarah sinyal untuk periode tertentu. Teknik pengukuran ini sangat bermanfaat pada saat :<br />
1. Mengarahkan antena<br />
2. Cek apakah ada masalah dengan konektor yang kita gunakan<br />
3. Tingkat noise yang tinggi menandakan adanya sumber interferensi dekat kita.</p>
<p>Pada saat survei, umumnya kita akan menggunakan antena omni atau antena directional. Kita perlu mengarahkan antena tersebut ke beberapa arah, men-scan channel yang ada, baik untuk polarisasi vertikal maupun horizontal. Semua harus dilakukan untuk melihat kemungkinan terjadinya interferensi di jaringan komunikasi kita.</p>
<p>Kesulitasn utama yang biasanya akan kita hadapi dengan ketiadaan spectrum analyzer adalah ketidak mampuan melihat apa yang akan terjadi pada frekuensi. Card WLAN yang kita miliki biasanya hanya dapat memonitor mereka yang memancar dengan protocol IEEE 802.11. Kita hanya dapat mengestimasi keadaan melalui besarnya noise yang diterima oleh card.</p>
<p>Bagi mereka yang ingin membeli software komersial untuk keperluan site survey, cukup banyak di internet. Salah satunya adalah WNC yang dapat diambil dari http://www.cirond.com/winc.php.</p>
<p>TEKNIK MENGATASI INTERFERENSI</p>
<p>Pada operasional infrastruktur WIFI di outdoor, salah satu tantangan yang cepat atau lambat tapi pasti akan kita hadapi bersama adalah berkurangnya throughput, karena tingginya interferensi dan noise.</p>
<p>Sinyal yang kuat tidak cukup menjamin reliabilitas pada sebuah penerima wireless broadband. Sinyal level harus secara konsisten jauh lebih besar dari pada noise yang diterima di penerima. Dengan kata lain, perbandingan antara sinyal kepada noise, Signal To Noise Ratio (SNR) harus setinggi mungkin. Untuk memperoleh SNR yang tinggi, ada dua kondisi yang harus penuhi sekaligus, yaitu :</p>
<p>1. Sinyal yang diterima oleh pesawat penerima harus lebih tinggi dari sensifitas penerima.</p>
<p>2. Level noise di input penerima harus lebih rendah dari sinyal yang masuk. Noise didefinisikan sebagai &#8220;segala sesuatu yang bukan sinyal yang kita inginkan&#8221;.</p>
<p>Gagal memenuhi kedua kondisi tersebut akan menyebabkan SNR yang rendah.</p>
<p>MEMAKSIMALKAN LEVEL SINYAL YANG DITERIMA</p>
<p>Kita sebetulnya mempunyai kemampuan mengontrol secara langsung proses untuk memaksimalkan sinyal yang diterima. Beberapa prosedur standar yang biasa digunakan adalah :</p>
<p>1. Link Budget - daya pancar yang cukup, sensifitas penerima, fade margin, dan penguatan antena yang cukup untuk mengatasi loss di kabel coax dan free space.</p>
<p>2. Line Of Sight (LOS) - jalur LOS harus tanpa hambatan/penghalang dari ujung ke ujung.</p>
<p>3. Fresnel Zone - harus cukup daerah yang bebas tidak ada halangan.</p>
<p>4. Installation - yakinkan antena dipasang dengan aman dan benar, arah yang benar, konektor yang diisolasi tahan air, menggunakan konektor dan coax yang baik.</p>
<p>MEMINIMALISASI INTERFERENSI DAN NOISE</p>
<p>Kita biasanya tidak punya kemampuan mengatur/mengontrol sumber noise atau interferensi. Beberapa sumber noise adalah :<br />
1. Natural noise - noise dari atmosfir dan galaksi.</p>
<p>2. Manmade noise - sinyal RF yang diambil dari antena. Termasuk microwave oven, telepon cordless dan indoor WIFI serta beberapa peralatan medical/kedokteran.</p>
<p>3. Receiver noise - noise yang dihasilkan oleh rangkaian internal penerima.</p>
<p>4. Interferensi dari jaringan lain - interferensi yang disebabkan oleh jaringan wireless lain yang bekerja pada band yang sama.</p>
<p>5. Interferensi dari jaringan kita sendiri - terjadi jika kita menggunakan frekuensi yang sama lebih dari satu kali, menggunakan channel yang tidak mempunyai cukup jarak/spasi antar channelnya, atau menggunakan urusan frekuensi hopping yang tidak benar.</p>
<p>6. Interferensi dari sinyal out-of-band - disebabkan oleh sinyal yang kuat di luar frekuensi band yang kita gunakan, misalnya, pemancar AM, FM atau TV, pager dan radio CB.</p>
<p>STRATEGI MENGALAHKAN INTERFERENSI</p>
<p>Beberapa strategi yang biasa digunakan untuk mengalahkan interferensi adalah :</p>
<p>1. Gunakan antena sektoral atau antena pengarah/narrow beam dengan penguatan tinggi. Biasanya sangat effektif mengurangi interferensi, terutama di daerah yang spectrum-nya sangat padat sekali.</p>
<p>2. Gunakan jalur-jalur yang pendek, jangan berusaha membangun sambungan jarak jauh.</p>
<p>3. Pilih frekuensi yang tidak banyak digunakan oleh stasiun lain.</p>
<p>4. Ubah/ganti polarisasi antena.</p>
<p>5. Atur azimuth antena.</p>
<p>6. Ubah lokasi peralatan / antena.</p>
<p>Jangan pernah menggunakan amplifier untuk melawan interferensi. Anda hanya akan mengobarkan rasa dengki di antara pengguna wireless lain, jika anda menggunakan amplifier.</p>
<p>Sumber Referensi :<br />
1. <em><strong>Onno W. Purbo</strong></em>, <em><strong>Buku Pegangan Internet Wireless dan Hotspot</strong></em>, <em><strong>Elex Media Komputindo</strong></em>, <strong><em>2006</em></strong>.<br />
2. <em><strong>Jasakom e-learning</strong></em>, <em><strong>Wireless Kung Fu: Networking dan Hacking</strong></em>, <em><strong>Jasakom</strong></em>, <em><strong>2007</strong></em>.<br />
3. <em><strong>William Stallings</strong></em>, <em><strong>Komunikasi Data dan Komputer: Dasar-dasar Komunikasi Data</strong></em>, <em><strong>Prentice Hall</strong></em>, <em><strong>2000</strong></em>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indrasufian.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indrasufian.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indrasufian.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indrasufian.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indrasufian.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indrasufian.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indrasufian.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indrasufian.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indrasufian.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indrasufian.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indrasufian.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indrasufian.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indrasufian.wordpress.com&blog=1476341&post=48&subd=indrasufian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasufian.wordpress.com/2007/10/10/teknik-site-survey-dan-mengatasi-interferensi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Firewall</title>
		<link>http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/21/apa-itu-firewall/</link>
		<comments>http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/21/apa-itu-firewall/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 07:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IndraSufian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[seri menjati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/21/apa-itu-firewall/</guid>
		<description><![CDATA[Pada dasarnya, firewall adalah &#8220;pos pemeriksa&#8221; yang mengevaluasi trafik-trafik yang keluar dan masuk di antara jaringan internal/private kita dengan dunia luar, mengizinkan trafik-trafik tertentu dan memblok yang lainnya.
Trafik-trafik yang diblok pada umumnya berupa trafik-trafik ilegal, bersifat merusak, tidak dikehendaki, atau bertentangan dengan policy perusahaan. Aksi-aksi intruder, hacker, cracker dan virus termasuk hal-hal yang akan ditangkal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada dasarnya, firewall adalah &#8220;pos pemeriksa&#8221; yang mengevaluasi trafik-trafik yang keluar dan masuk di antara jaringan internal/private kita dengan dunia luar, mengizinkan trafik-trafik tertentu dan memblok yang lainnya.</p>
<p>Trafik-trafik yang diblok pada umumnya berupa trafik-trafik ilegal, bersifat merusak, tidak dikehendaki, atau bertentangan dengan policy perusahaan. Aksi-aksi intruder, hacker, cracker dan virus termasuk hal-hal yang akan ditangkal firewall.</p>
<p>Sumber Referensi :<br />
<em><strong>Rahmat Rafiudin</strong></em>, <em><strong>2006</strong></em>, <em><strong>Membangun Firewall dan Traffic Filtering Berbasis CISCO</strong></em>, <em><strong>Andi Yogyakarta</strong></em>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indrasufian.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indrasufian.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indrasufian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indrasufian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indrasufian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indrasufian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indrasufian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indrasufian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indrasufian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indrasufian.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indrasufian.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indrasufian.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indrasufian.wordpress.com&blog=1476341&post=47&subd=indrasufian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/21/apa-itu-firewall/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tunneling</title>
		<link>http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/20/tunneling/</link>
		<comments>http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/20/tunneling/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2007 03:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IndraSufian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[seri menjati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/20/tunneling/</guid>
		<description><![CDATA[Tunneling merupakan metode untuk transfer data dari satu jaringan ke jaringan lain dengan memanfaatkan jaringan internet secara terselubung. Disebut tunnel atau saluran karena aplikasi yang memanfaatkannya hanya melihat dua end point atau ujung, sehingga paket yang lewat pada tunnel hanya akan melakukan satu kali lompatan atau hop. Data yang akan ditransfer dapat berupa frame (atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tunneling merupakan metode untuk transfer data dari satu jaringan ke jaringan lain dengan memanfaatkan jaringan internet secara terselubung. Disebut tunnel atau saluran karena aplikasi yang memanfaatkannya hanya melihat dua end point atau ujung, sehingga paket yang lewat pada tunnel hanya akan melakukan satu kali lompatan atau hop. Data yang akan ditransfer dapat berupa frame (atau paket) dari protokol yang lain.</p>
<p>Protokol tunneling tidak mengirimkan frame sebagaimana yang dihasilkan oleh node asalnya begitu saja melainkan membungkusnya (meng-enkapsulasi) dalam header tambahan. Header tambahan tersebut berisi informasi routing sehingga data (frame) yang dikirim dapat melewati jaringan internet. Jalur yang dilewati data dalam internet disebut tunnel. Saat data tiba pada jaringan tujuan, proses yang terjadi selanjutnya adalah dekapsulasi, kemudian data original akan dikirim ke penerima terakhir. Tunneling mencakup keseluruhan proses mulai dari enkapsulasi, transmisi dan dekapsulasi.</p>
<p>Sumber Referensi :<br />
<em><strong>Aris Wendy</strong></em>, <em><strong>Ahmad SS Ramadhana</strong></em>, <em><strong>2005</strong></em>. <em><strong>Membangun VPN Linux Secara Cepat</strong></em>, <em><strong>Andi Yogyakarta</strong></em>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indrasufian.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indrasufian.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indrasufian.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indrasufian.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indrasufian.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indrasufian.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indrasufian.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indrasufian.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indrasufian.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indrasufian.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indrasufian.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indrasufian.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indrasufian.wordpress.com&blog=1476341&post=46&subd=indrasufian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/20/tunneling/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Protokol-Protokol Tunneling</title>
		<link>http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/20/protokol-protokol-tunneling/</link>
		<comments>http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/20/protokol-protokol-tunneling/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2007 02:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>IndraSufian</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[seri menjati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/20/protokol-protokol-tunneling/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah teknologi tunneling yang sudah ada :
1. SNA Tunneling over IP internetwork
2. IPX Tunneling for Novel Netware over IP Internetwork
Sedangkan teknologi tunneling yang baru diperkenalkan adalah :
1. Point to Point Tunneling Protocol (PPTP)
PPTP memungkinkan untuk mengenkripsikan paket IP, IPX dan NETBEUI lalu mengenkapsulasi dalam IP header untuk kemudian ditransfer melalui jaringan internet.
2. Layer Two [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut adalah teknologi tunneling yang sudah ada :</p>
<p>1. SNA Tunneling over IP internetwork<br />
2. IPX Tunneling for Novel Netware over IP Internetwork</p>
<p>Sedangkan teknologi tunneling yang baru diperkenalkan adalah :</p>
<p>1. Point to Point Tunneling Protocol (PPTP)</p>
<p>PPTP memungkinkan untuk mengenkripsikan paket IP, IPX dan NETBEUI lalu mengenkapsulasi dalam IP header untuk kemudian ditransfer melalui jaringan internet.</p>
<p>2. Layer Two Tunneling Protocol (L2TP)</p>
<p>L2TP memungkinkan untuk mengenkripsikan paket IP, IPX dan NETBEUI untuk kemudian dikirim melalui media yang mendukung point-to-point datagram seperti, IP, X.25, Frame Relay dan ATM.</p>
<p>3. IPSEC Tunnel mode</p>
<p>IPSEC memungkinkan untuk mengenkripsikan paket IP, mengenkapsulasikannya dalam IP header dan mengirimkannya melalui jaringan internet.</p>
<p>Agar saluran atau tunnel dapat dibuat, maka antara klien dan server harus menggunakan protokol yang sama. Teknologi tunneling dapat dibuat pada layer 2 atau layer 3 dari protokol tunneling. Layer-Layer ini mengacu pada model OSI (Open System Interconnection). Layer 2 mengacu kepada layer datalink dan menggunakan frame sebagai media pertukaran.</p>
<p>PPTP dan L2TP adalah protokol tunneling layer 2. Keduanya mengenkapsulasi data dalam sebuah frame PPP untuk kemudian dikirim melewati jaringan internet. Layer 3 mengacu kepada layer Network dan menggunakan paket-paket. IPSEC merupakan contoh protokol tunneling layer 3 yang mengenkapsulasi paket-paket IP dalam sebuah header IP tambahan sebelum mengirimkannya melewati jaringan IP.</p>
<p>Sumber Referensi :<br />
<em><strong>Aris Wendy</strong></em>, <em><strong>Ahmad SS Ramadhana</strong></em>, <em><strong>2005</strong></em>. <em><strong>Membangun VPN Linux Secara Cepat</strong></em>, <em><strong>Andi Yogyakarta</strong></em>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/indrasufian.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/indrasufian.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indrasufian.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indrasufian.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indrasufian.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indrasufian.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indrasufian.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indrasufian.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indrasufian.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indrasufian.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indrasufian.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indrasufian.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indrasufian.wordpress.com&blog=1476341&post=45&subd=indrasufian&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasufian.wordpress.com/2007/09/20/protokol-protokol-tunneling/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>