Prinsip Kerja Tunneling
September 20, 2007
Untuk teknologi tunneling Layer 2, seperti PPTP dan L2TP, sebuah tunnel mirip dengan sebuah sesi, kedua ujung tunnel harus mengikuti aturan tunnel dan menegosiasikan variabel-variabel tunnel seperti pengalamatan, parameter enkripsi atau parameter kompresi. Pada umumnya data yang dikirim melalui tunnel menggunakan protokol berbasis datagram, sedangkan protokol maintenance dari tunnel digunakan sebagai mekanisme untuk mengatur tunnel. Jadi, teknologi Layer 2 dan membuat tunnel, mengaturnya dan memutuskannya bila tidak diperlukan.
Untuk teknologi Layer 3, seluruh parameter konfigurasi telah ditentukan sebelumnya secara manual. Teknologi ini tidak memiliki protokol maintenance. Seteleh tunnel tercipta, proses transfer data siap dilangsungkan. Apabila tunnel klien ingin mengirim data kepada tunnel server, atau sebaliknya, maka klien harus menambahkan data transfer protokol header pada data (proses enkapsulasi). Klien kemudian mengirim hasil dari enkapsulasi ini melalui internet untuk kemudian akan di routing kepada tunnel server. Setelah tunnel server menerima data tersebut, kemudian tunnel server memisahkan header data transfer protokol (proses dekapsulasi), dan memforward data ke jaringan tujuan.
Sumber Referensi :
Aris Wendy, Ahmad SS Ramadhana, 2005. Membangun VPN Linux Secara Cepat, Andi Yogyakarta.
Protokol-Protokol Virtual Private Network (VPN)
September 19, 2007
Beberapa protokol yang digunakan untuk pengembangan VPN adalah sebagai berikut :
1. PPTP
2. L2TP
3. IPSec
4. PPTP Over L2TP
5. IP in IP
1. PPTP (Point to Point Tunneling Protocol)
PPTP memberikan sarana selubung (tunneling) untuk berkomunikasi melalui internet. Salah satu kelebihan yang membuat PPTP ini terkenal adalah karena protokol ini mendukung protokol non-IP seperti IPX/SPX, NETBEUI, Appletalk dan sebagainya. Protokol ini merupakan protokol standar pada enkapsulasi VPN yang digunakan oleh Windows Virtual Private Network. Protokol ini bekerja berdasarkan PPP protokol yang digunakan pada dial-up connection.
2. L2TP (Layer Two Tunneling Protocol)
L2TP memberikan sarana ekripsi dan selubung untuk berkomunikasi melalui internet. L2TP merupakan kombinasi dari dua protokol Cisco yaitu L2F dan PPTP. Seperti PPTP, L2TP juga mendukung protokol-protokol non-IP. L2TP lebih banyak digunakan pada VPN non-internet (frame relay, ATM, dsb).
3. IPSec (Internet Protocol Security)
IPSEC merupakan protokol standar yang digunakan untuk memberikan keamanan untuk berkomunikasi melalui jaringan IP dengan menggunakan layanan enkripsi keamanan (Cryptographic Security Services). Protokol ini merupakan protokol populer kedua setelah PPTP. IPSEC sebenarnya merupakan kumpulan dari beberapa protokol yang berhubungan dan mendukung format enkripsi yang lebih kuat dibandingkan dengan PPTP. Kunci kekuatan IPSEC terletak pada metode enkripsi yang terstandarisasi serta koordinasi enkripsi yang baik antara endpoint VPN. Fitur ini tidak didukung oleh PPTP dan L2TP.
4. PPTP Over L2TP
PPTP Over L2TP memberikan sarana PPTP menggunakan protokol L2TP.
5. IP in IP
IP in IP menyelubungi IP datagram dengan IP header tambahan. IP in IP berguna untuk meneruskan paket data melalui jaringan dengan policy yang berbeda. IP ini IP juga dapat digunakan untuk meneruskan multicast audio dan video data melalui router yang tidak mendukung multicast routing.
Protokol-protokol ini menekankan pada authentikasi dan enkripsi dalam VPN. Authentikasi mengizinkan klien dan server untuk menempatkan identitas orang dalam jaringan secara benar. Enkripsi mengizinkan data yang berpotensi sensitif untuk tersembunyi dari publik secara umum dengan cara membuat sandi.
Dua buah protokol yang paling sering digunakan adalah PPTP dan IPSEC. Pemilihan protokol ini lebih banyak ditentukan oleh kondisi yang dihadapi saat setting VPN dari pada kebutuhan. Misalnya, jika pada setting VPN menggunakan NT Server, maka protokol yang digunakan tentunya PPTP karena protokol ini adalah default NT. Sedangkan jika setting VPN menggunakan router dengan VPN endpoint built, maka protokol yang digunakan biasanya IPSEC karena protokol inilah yang biasanya terinstall secara default pada router tersebut.
Sumber Referensi :
Aris Wendy, Ahmad SS Ramadhana, 2005. Membangun VPN Linux Secara Cepat, Andi Yogyakarta.
Perkembangan Virtual Private Network (VPN)
September 19, 2007
VPN dikembangkan untuk membangun sebuah intranet dengan jangkauan yang luas melalui jaringan internet. Intranet sudah menjadi komponen penting dalam suatu perusahaan dewasa ini. Intranet dalam perusahaan akan berkembang sesuai dengan perkembangan perusahaan tersebut. Dengan kata lain, semakin besar suatu perusahaan maka intranet yang diperlukan juga semakin besar. Permasalahan ini akan semakin kompleks apabila perusahaan tersebut mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar di berbagai kota dengan jarak yang jauh. Sedangkan di lain pihak seluruh kantor tersebut memerlukan suatu metode untuk selalu berhubungan, misalnya untuk transfer dan sinkronisasi data.
Pada mulanya, sistem intranet dikembangkan dengan menggunakan sistem dedicated line. Sistem ini menawarkan kecepatan transfer data yang tinggi namun membutuhkan investasi yang mahal. Sistem ini tidak efektif untuk perusahaan kelas menengah ke bawah serta perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah yang saling berjauhan.
Perkembangan intranet yang cepat menawarkan solusi untuk membangun sebuah intranet menggunakan publik network (internet). Di lain pihak, kekuatan suatu industri juga berkembang dan menuntut terpenuhinya lima kebutuhan dalam intranet, yaitu :
1. Kerahasiaan, dengan kemampuan scramble atau encript pesan sepanjang jaringan tidak aman.
2. Kendali akses, menentukan siapa yang diberikan akses ke suatu sistem atau jaringan, sebagaimana informasi apa dan seberapa banyak seseorang dapat menerima.
3. Authentication, yaitu menguji indentitas dari dua perusahaan yang mengadakan transaksi.
4. Integritas, menjamin bahwa file atau pesan tidak berubah dalam perjalanan.
5. Non-repudiation, yaitu mencegah dua perusahaan saling menyangkal bahwa mereka telah mengirim atau menerima file.
Kebutuhan ini sepenuhnya didukung oleh internet yang memang dirancang sebagai jaringan terbuka di mana pengguna mendapatkan kemudahan untuk transfer dan berbagi informasi.
Solusi untuk tantangan ini adalah teknologi VPN (Virtual Private Network). VPN memanfaatkan jaringan internet sebagai media intranet sehingga daerah jangkauannya menjadi luas tanpa investasi yang besar. VPN menghadirkan teknologi yang mengamankan segala lalu lintas jaringan virtual dalam internet sehingga memberikan rasa aman bagi semua pemakai jaringan.
Sumber Referensi :
Aris Wendy, Ahmad SS Ramadhana, 2005. Membangun VPN Linux Secara Cepat, Andi Yogyakarta.
Pengertian Virtual Private Network (VPN)
September 19, 2007
VPN (Virtual Private Network) merupakan suatu cara untuk membuat sebuah jaringan bersifat “private” dan aman dengan menggunakan jaringan publik misalnya internet. VPN dapat mengirim data antara dua komputer yang melewati jaringan publik sehingga seolah-olah terhubung secara point to point. Data dienkapsulasi (dibungkus) dengan header yang berisi informasi routing untuk mendapatkan koneksi point to point sehingga data dapat melewati jaringan publik dan dapat mencapai akhir tujuan.
Sedangkan untuk mendapatkan koneksi bersifat private, data yang dikirimkan harus dienkripsi terlebih dahulu untuk menjaga kerahasiaannya sehingga paket yang tertangkap ketika melewati jaringan publik tidak terbaca karena harus melewati proses dekripsi. Proses enkapsulasi data sering disebut “tunneling“.
Anda dapat mengakses server kantor melalui VPN dimana saja, entah itu dirumah atau dijalan secara aman meskipun anda menggunakan infrastruktur jaringan internet dalam penggunaannya. Menurut pandangan user, koneksi VPN merupakan koneksi point to point antara user computer dengan server korporasi dan data terkirim di atas jaringan “dedicated,” padahal tidak demikian kenyataannya.
Kriteria yang harus dipenuhi VPN:
1. User Authentication
VPN harus mampu mengklarifikasi identitas klien serta membatasi hak akses user sesuai dengan otoritasnya. VPN juga dituntut mampu memantau aktifitas klien tentang masalah waktu, kapan, di mana dan berapa lama seorang klien mengakses jaringan serta jenis resource yang diaksesnya.
2. Address Management
VPN harus dapat mencantumkan addres klien pada intranet dan memastikan alamat/address tersebut tetap rahasia.
3. Data Encryption
Data yang melewati jaringan harus dibuat agar tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak atau klien yang tidak berwenang.
4. Key Management
VPN harus mampu membuat dan memperbarui encryption key untuk server dan klien.
5. Multiprotocol Support
VPN harus mampu menangani berbagai macam protokol dalam jaringan publik seperti IP, IPX dan sebagainya.
Sumber Referensi :
Aris Wendy, Ahmad SS Ramadhana, 2005. Membangun VPN Linux Secara Cepat, Andi Yogyakarta.
Kampungmu, Kampungku (Rasamala)
September 18, 2007
Bandar Kalapa tidak terpilih sebagai pusat pemerintahan oleh Tarumanagara maupun Padjajaran. Karena mandala Kalapa penuh hutan belantara, rawa-rawa, dan banyak binatang buasnya. Selain itu, kerajaan Hindu lebih suka memilih lokasi di pedalaman daripada di pesisir demi alasan security, menghindar dari serangan musuh.
Tatkala penguasa Sunda Padjajaran ingin meningkatkan hubungan perdagangan “internasional”, barulah mereka membangun vassal di Kalapa, tetapi ibukota kerajaan tetap di Pakuan, Bogor.
Tatkala kompeni Belanda masuk Kalapa, ternyata bandar ini masih didominasi rimba raya. Bontius, seorang dokter VOC yang meninggal pada tahun 1631 dalam Historiae Naturalis & Medicae Indiae Orientalis menulis, Batavia penuh dengan pohon Indische Eik, jati Hindia. Pakar lain bernama Junghun kemudian mencatat, jenis jati lain yang tumbuh di Batavia adalah Rasamala. Tapi, penduduk tidak pernah menebang pohon ini karena dianggap keramat. Babakan (kulit kayu) Rasamala dapat dijadikan setanggi karena harum baunya. Itulah sebabnya tempat-tempat yang banyak ditumbuhi pohon Rasamala disebut Kampung Kramat.
Ada pula jenis pohon yang dinamakan Cassia Eistula Silvestris. Seorang pakar kehutanan bernama Ramphuis (1606-1702) dalam bukunya berjudul Herbarium Amboinense melaporkan bahwa Cassia tak banyak berguna untuk obat-obatan, kecuali buahnya. Buah Cassia berbentuk bulat panjang. Panjang buah dapat mencapai 35cm, sedangkan lingkar pinggang buah sekitar 5cm. Kedua ujung buah meruncing. Buah yang berwarna coklat muda itu menggelantung di tali ranting pohon. Orang Betawi menyebut pohon ini mengacu pada bentuk buahnya. Pohon ini disebut dengan istilah yang khas, yaitu (maaf) pu’un kontol-kontolan. Buahnya tak dapat dimakan, tetapi dapat dijadikan obat untuk menyembuhkan rematik.
Cara pakianya adalah, bagian tubuh yang encok itu dipukul-pukulkan dengan buah ini. Ramphuis mengatakan Cassia juga disebut Trengguli. Tetapi, ada istilah lain dalam bahasa Latin untuk Cassia, yaitu Solatium Senum, alias penghibur lelaki tua.
Sumber Referensi :
Ridwan Saidi, 1997, Profil Orang Betawi, Asal Muasal, Kebudayaan, Dan Adat Istiadatnya, PT. Gunara Kata
Kampungmu, Kampungku (Kali Besar)
September 18, 2007
Dari hulu sampai muara, nama sebuah kali tidak selalu sama. Misalnya kali Cihideung yang berhulu di pegunungan Bogor, sampai di Jakarta bernama kali Cideng (catatan: cara pengucapannya seperti bandeng, atau ledeng; dan bukan seperti mengucapkan dendeng, atau bedeng). Suku kata tengah “hi”, pada Cihideung, menjadi aus. Begitu pula Ciliwung. Kali ini setibanya di Kota menjadi kali Besar.
Berkaitan dengan kata keterangan “besar”, di Jakarta-Pusat ada tempat bernama Sawah Besar, bukan Sawah Gede. Seperti halnya Kali Besar, bukan Kali Gede. Lalu ada Cililitan Besar, di samping itu ada Cililitan Kecil. Tidak jauh dari Cililitan ada Pondok Gede, bukan Pondok Besar. Ke arah selatan menuju Bogor kita menjumpai kasawan berbahasa Betawi yang disebut Bojong Gede, bukan Bojong Besar.
Besar kemungkinan penggunaan kata besar populer di jalur lintas perniagaan, sementara kata gede yang menjadi predikat subjek sebuah nama tempat amat disukai penduduk pedalaman. Namun, di dalam percakapan sehari-hari orang Betawi yang bermukim di daerah perdagangan maupun pedalaman lebih suka menggunakan kata gede dari pada besar, bahkan dalam pengucapan bila ia ingin mengatakan sangat besar menjadi “gedi”.
Kali Besar sudah bernama begini jauh sebelum kraton Jayakarta berdiri. Kraton Jayakarta berdiri di tepi barat Kali Besar. Batas selatannya adalah rawa-rawa yang disebut Roa Malaka, batas timurnya adalah kali itu sendiri, batas utaranya adalah Jl. Pakin sekarang, dan batas baratnya adalah Jl. Pejagalan. Pada tahun 1740 jalan Pejagalan menjadi amat terkenal karena tidak kurang dari 5000 orang Tionghoa dijagal Belanda dalam rangka penumpasan huru-hara Tionghoa, yang juga terkenal sebagai peristiwa Chinezenmoerd.
Tatkala Jan Pieterszon Coen tahun 1619 berhasil merebut Jayakarta, maka mantan kompleks kraton, termasuk sebuah mesjid, dibakar. Lokasi eks kraton dijadikannya pusat perniagaan. Sedangkan pusat administrasi VOC didirikan di kawasan sebelah timur Kali Besar, yang terkenal sebagai Wijk Van Aria yaitu tempat tinggal elit Jayakarta, sampai dengan areal yang berbatas dengan Pasar Pisang. Ide Coen ini kemudian dilanjutkan penggantinya karena ia tewas pada tahun 1629.
Sebuah jembatan gantung, yang hingga kini masih ada, didirikan Belanda melintasi kali Besar. Di jembatan ini administratur VOC mengutip cukai. Sebuah pergudangan besar juga dibangun di dekat Pasar Ikan yang terkenal dengan nama Gedong Panjang. Pasar Pagi didirikan sebagai pusat perkulakan yang sudah ramai sejak pagi buta.
Jl. Asemka di Kota berasal dari istilah Belanda Asem Kade. Kade adalah tepian kali tempat berjalan kaki. Besar kemungkinan di kade itu tumbuh banyak pohon asem, sehingga bernama Asem Kade, entah bagaimana suku kata “de” hilang sehingga menjadi Asemka.
Sungguh ramai daerah Kota, yang berasal dari bahasa Sansekerta “kuta” (catatan: Pramudya Ananta Toer menebak Kota berasa dari terracotta), dengan situs purbakala. Beralasan sekali kalau daerah ini segera dipugar demi menunjang pariwisata, dan yang lebih penting adalah untuk memelihara jangkar sejarah agar kita tidak “kematian obor”.
Sumber Referensi :
Ridwan Saidi, 1997, Profil Orang Betawi, Asal Muasal, Kebudayaan, Dan Adat Istiadatnya, PT. Gunara Kata
Ikan Tongkol dan Bulu Ayam
September 18, 2007
Ada kejadian-kejadian di muka bumi ini yang sering tak bisa kita duga sebelumnya. Misalnya saja, ada sebuah persahabatan yang bisa berubah menjadi permusuhan. Ah, benarkah? Inilah yang dialami antara bangsa ikan tongkol dan bangsa ayam.
Para nelayan di Kepulauan Natuna dan Anabas mempunyai kebiasaan tak lazim dalam menangkap ikan. Kebiasaan ini tak pernah dilakukan nelayan dari daerah lainnya. Yakni, jika mereka memancing ikan di laut, khususnya ikan tongkol, umpan yang akan digunakan adalah berupa bulu ayam jantan. Aneh, bukan?
Bulu itu biasanya dicabut dari bulu di bagian tengkuk seekora ayam jantan. Mengapa ikan tongkol mau memakan bulu ayam? inilah kisahnya.
Sejak dulu kala terjalinlah persahabatan yang erat antara ikan tongkol dan ayam. Suatu hari, seorang nelayan di pantai hendak menikahkan anaknya secara besar-besaran. Ia mengundang seluruh warga di Kepulauan itu untuk menghadiri pesta tersebut. Rakyat ayam mendengar rencana itu lalu memberitahukannya pada rakyat ikan tongkol di laut. Diberitahukan, akan ada pertunjukan menarik di darat jika rakyat ikan tongkol tertarik untuk menonton.
Rakyat ikan tongkol pun menyambut kabar itu dengan suka cita. Mereka sudah lama memang ingin menikmati suasana yang berbeda dari di laut. Namun sebelum itu, raja ikan tongkol mengajukan suatu permintaan khusus kepada raja ayam. Biasanya jika fajar merekah, maka air laut akan mengalami gelombang surut, daratan di sekitar pantai akan menjadi kering. Oleh karena itu, rakyat ikan tongkol harus sudah meninggalkan pantai sebelum fajar menyingsing.
“Beritahu kami jika fajar sudah akan datang, wahai ayam, sahabatku” pintanya.
“Tentu, ikan tongkol, sahabatku” jawabnya.
Raja ayam menyanggupi permintaan itu dengan mudah, ia tak ingin sahabat-sahabatnya mendapat celaka. Lagipula sudah menjadi kebiasaan sehari-hari rakyat ayam untuk berkokok jika pagi hendak menjelang. Itulah tugas yang dilakukan si Ayam Jantan setiap subuh. Yakni membangunkan seluruh warga kepulauan bahwa hari sudah akan dimulai.
Saat itu bulan purnama. Bulan bersinar terang di malam hari. Air laut perbani (mengalami gelombang pasang besar). Saat itulah rombongan rakyat ikan tongkol berbondong-bondong memasuki wilayah pantai. Lalu, mereka mengendap-endap ke daratan menuju tempat pesta, kemudian bersembunyi di kolong pelantar (balai-balai) di rumah sang nelayan. Di pesta itu ada zikir bardah (do’a atau puji-pujian berlagu) diiringi gendang rebana. Inilah jenis bunyi-bunyian merdu yang sangat disenangi semua ikan tongkol di laut. Baru kali ini mereka bisa mendengarnya dari jarak dekat. Makin larut malam, zikir bardah itu makin terasa mengasyikkan. Rombongan ikan tongkol itu begitu menikmati bait-bait pantun dalam syair yang indah itu sampai akhirnya tak sadar mereka semua terlena jatuh tertidur.
Namun ternyata tak hanya ikan tongkol yang terlena, rakyat ayam pun juga terlena. Baik ayam di kandang maupun ayam yang berada di tenggeran tertidur pulas semuanya. Padahal subuh sudah menjelang.
Oh, malapetaka, rakyat ayam jantan lupa berkokok!
Oh malang, air laut sudah surut!
Rakyat ikan tongkol terperanjat saat bangun dari tidur. Pagi sudah datang dan pantai menjadi kering. Mereka tak bisa pulang kembali ke laut. Mereka lalu berhambur ke alur (lekuk) karang yang tak berapa jauh dari pantai. Namun sebagian besar lainnya terjebak tak mampu ke mana-mana lagi. Sementara itu, matahari mulai bersinar di sela-sela dinding kandang, juga menyinari ayam yang berada di tenggeran. Raja ayam sangat terperanjat, Ia dan rakyatnya lupa untuk berkokok, menyelamatkan ikan tongkol sahabat-sahabat mereka. Aduh, Aduh!!
Saat itu seluruh penduduk di pantai juga terkejut melihat ada banyak sekali ikan tongkol sedang menggelepar-gelepar kekeringan di kolong pelatar. Mereka beramai-ramai menangkap ikan-ikan yang malang itu.
Saat itu, raja ikan tongkol menjerit dari ujung karang sambil mengacung-acungkan kepalan tinju ke arah ayam di darat. Ia sangat sangatlah marah pada rakyat ayam, terutama ayam jantan. Ia pun mengucapkan sumpah.
“Mulai hari ini, rakyat ikan tongkol akan memangsa semua rakyat ayam, terutama ayam jantan. Jika tak mendapatkan tubuhnya, bahkan buku-bukunya pun akan kami makan!!” serunya lantang. (buku-buku: bagian yang keras pada tubuh).
Demikanlah sejak itu persahabatan itu berubah menjadi permusuhan. Sejak saat itu pula, para nelayan di pantai bisa mendapatkan ikan tongkol di laut dengan mudah jika umpannya adalah bulu ayam jantan.
Sumber Referensi :
Dea Rosa, 2007, Seri Mengenal Indonesia - Cerita Rakyat 33 Provinsi dari Aceh sampai Papua, Indonesiatera
Bagaimana Scanner Bekerja
September 17, 2007
KOMPONEN UTAMA
1. CHARGE-COUPLED DEVICE (CCD) ARRAY,
KUMPULAN DIODA KECIL YANG MEMPUNYAI
SENSITIFITAS TERHADAP CAHAYA. YANG
MENGUBAH CAHAYA PHOTON KE ELEKTRON
(TENAGA ELETRIKAL) – BERFUNGSI SEBAGAI
SENSOR.
2. MOTOR PENGGERAK
3. KERANGKA PENSTABIL
4. LAMPU
5. LENSA
6. KACA/CERMIN
CARA BEKERJA SCANNER
1. SETELAH DOKUMEN DILETAKKAN DAN SCANNER TELAH DI
INSTRUKSIKAN UNTUK MEMULAI MAKA KEPALA SCANNER AKAN
DIGERAKAKAN OLEH MOTOR PENGGERAK SECARA PERLAHAN
MELINTASI DOKUMEN
2. SAAT KEPALA SCANNER BERGERAK, LAMPU AKAN HIDUP DAN
CAHAYANYA MEMANTULKAN POLA/GAMBAR YANG ADAN DI
DOKUMEN KE KACA/CERMIN.
3. KACA/CERMIN TERAKHIR AKAN MEMANTULKAN POLA/GAMBAR
YANG DITERIMA KE LENSA.
4. KEMUDIAN LENSA AKAN MENERUSKANNYA KE CCD ARRAY
(SENSOR)
Sumber Referensi :
http://www.howstuffworks.com
Bagaimana Printer Inkjet Bekerja
September 17, 2007
KOMPONEN UTAMA
1. PERALATAN PRINT HEAD - PERALATAN YANG CUKUP PENTING DARI SEBUAH PRINTER INKJET, KEPALA PRINTER MENGANDUNG SUSUNAN DARI PIPA-PIPA YANG SANGAT KECIL YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYEMPROTKAN DARI TINTA.
2. INK CARTRIDGES (SELONSONG TINTA) – TEMPAT MENAMPUNG ISI TINTA
3. MOTOR PENGGERAK PRINT HEAD - MOTOR PENGGERAK MENGGERAKAN PERALATAN PRINT HEAD (PRINT HEAD DAN SELONGSONG TINTA).
4. BELT - BELT DIPERGUNAKAN UNTUK MENARIK PERALATAN PRINT HEAD MELALUI MOTOR PENGGERAK
5. STABILIZER BAR - PERALATAN PRINT HEAD MENGGUNAKAN STABILIZER BAR UNTUK MENYAKINKAN BAHWA PERGERAKAN TEPAT DAN TERKONTROL.
6. PAPER TRAY/FEEDER – UNTUK MENAMPUNG KERTAS
7. ROLLERS – UNTUK MENARIK/MENGGERAKAN KERTAS.
8. PAPER FEED STEPPER MOTOR – MOTOR UNTUK MENGGERAKAN ROLLERS
9. POWER SUPLY – UNTUK MENSUPLAI POWER
10. CONTROL CIRCUITRY - KEGUNAANNYA SEBAGAI PENTERJEMAH INFORMASI YANG DIKIRIM UNTUK PRINTER DARI KOMPUTER
11. INTERFACE PORT(S) (TEMPAT KONEKTOR) – TEMPAT UNTUK MENGHUBUNGKAN PRINTER DAN KOMPUTER
CARA BEKERJA PRINTER INKJET
ADA 2 (DUA) JENIS TEKNOLOGI YANG DIPAKAI SAAT INI
1. THERMAL BUBBLE – MEMANASKAN TINTA UNTUK
MEMBUAT GELEMBUNG (DIPAKAI PADA CANON DAN
HP)
- GELEMBUNG TERBENTUK
- TINTA DIDORONG KELUAR MELALUI PIPA KELUAR
KE KERTAS
- BANYAK PIPA TERGANTUNG MEREK DAN MODEL,
BISA 300 ATAU 600.
2. PIEZOELECTRIC - MENGGUNAKAN KRISTAL PIEZO.
TEKNOLOGI INI DIPATENKAN OLEH EPSON
-KACA KRISTAL DI TEMPATKAN PADA BELAKANG
TEMPAT PENAMPUNGAN TINTA UNTUK SETIAP PIPA
- KETIKA PENGGETAR KACA BEREAKSI, HAL ITU
MEMAKSA MULUT KECIL DARI TINTA
MENGELUARKANNYA MELALUI PIPA KE KERTAS
Sumber Referensi :
http://www.howstuffworks.com
Bagaimana Fax Bekerja
September 17, 2007
KOMPONEN UTAMA
1. SENSOR REKAM KECIL BERUPA SEBUAH
LENSA DAN CAHAYA
2. MEKANIKAL UNTUK MENJALANKAN
SENSOR (TABUNG BERGULUNG)
3. ELEKTRIKAL UNTUK MENGUBAH
IMAGE/POLA MENJADI SIGNAL DAN
DIUBAH KEMBALI MENJADI BITS
4. MEKANIKAL UNTUK KERTAS
5. MEKANIKAL UNTUK PENULISAN
6. PERALATAN KOMUNIKASI (TELEPON)
CARA BEKERJA FAX
1. SENSOR REKAM KECIL DIAKTIFKAN OLEH MEKANIKAL KERTAS
JIKA ADA KERTAS YANG DIMASUKAN
2. MEKANIK KERTAS AKAN MENGGULUNG KERTAS DARI AWAL
HINGGA AKHIR UNTUK MELEWATI TABUNG BERGULUNG
3. SELANJUTNYA TABUNG BERGULUNG AKAN BERPUTAR SEIRAMA
DENGAN MEKANIKAL KERTAS SEHINGGA SENSOR REKAM DAPAT
TERFOKUS UNTUK MEREKAM SETIAP BARIS DARI DOKUMEN
4. PENGIDENTIFIKASIAN POLA DATA YANG DIKIRIM SUPAYA
DAPAT DIKENALI OLEH MESIN FAX PENERIMA MELALUI SIGNAL/
GELOMBANG
5. GELOMBANG 800 HERTZ UNTUK PUTIH/TIDAK BERPOLA DAN
GELOMBANG 1300 HERTZ UNTUK HITAM/BERPOLA
GROUP 3
FACSIMILE MACHINE
1. DIPASTIKAN DAPAT SALING BERKOMUNIKASI DENGAN MESIN
GROUP 3 LAINNYA
2. MEMILIKI RESOLUSI HORIZONTAL SEBESAR 203 PIKSEL PER
INCHI (8 PIKSEL/MM)
3. MEMILIKI 3 JENIS UNTUK RESOLUSI VERTIKALNYA
4. KECEPATAN MAKSIMUM TRANSMISI ADALAH 14.400 BITS PER
DETIK (BPS), DAN BIASANYA MASIH TETAP DITERIMA JIKA
KECEPATAN 12.000 BPS, 9600 BPS, 7200 BPS, 4800 BPS, ATAU
2400 BPS JIKA ADA BEBERAPA GANGGUAN DI SALURAN
PENERIMAAN FAX
1. BITS UNTUK HASIL PEREKAMAN DOKUMEN BERJALAN MELALUI
SALURAN TELEPON DAN DITERIMA OLEH MESIN FAX PENERIMA.
2. BITS TERSEBUT DIBUKA KODENYA, DI BUKA KOMPRESINYA DAN
DISUSUN ULANG KEDALAM BARIS DOKUMEN SEPERTI ASLINYA.
3. DI AKHIR PENERIMAAN, TABUNG BERGULUNG BEKERJA SECARA
BERSAMAAN. DAN BEBERAPA PENA KECIL AKAN MEMBERI
TANDA KE KERTAS. KETIKA MESIN FAX MENERIMA SIGNAL
SEBESAR 1300 HERTZ MAKA PENA KECIL AKAN MEMBERI TANDA
DI KERTAS DAN KETIKA MENERIMA SINGNAL SEBESAR 800
HERTZ, MAKA AKAN MENAHAN UNTUK TIDAK MEMBERIKAN
TANDA DIKERTAS.
Sumber Referensi :
http://www.howstuffworks.com